/* slider snp1 */

Senin, 09 Januari 2017

Ngapain Ke Puncak? Di Tasik Juga Ada Wisata Alam Bukit Pasir Kirisik



wisata alam bukit Pasir Kirisik di Kecamatan Pageurageung Kabupaten Tasikmalaya
Kab. Tasikmalaya, SNP - Setelah sebelumnya yang heboh di media sosial itu kolam renang Bukit Kecapi di Kec. Cigalontang, kini giliran wisata alam Pasir Kirisik Kec. Pageurageung Kab. Tasikmalaya.
Pasir Kirisik tempatnya sangat eksotis, pasalnya lokasinya pun berada di atas puncak dengan hawa dingin sehingga pengunjung pun bisa melihat pemandangan keindahan alam, meski saat ini hanya terdapat 1 villa dan 1 kolam renang saja.
Adapun lokasi tersebut berada di antara 2 Desa yakni Desa Guranteng dan Desa Puteran serta berada di lintas jalan raya Tasikmalaya-Majalengka, sehingga bila ingin menuju lokasi tersebut masuknya dari pertigaan Cipicung.
Setelah itu masuk ke areal jalan tanjakan, pengunjung akan di suguhi jalan berkelok-kelok, kemudian akan menemukan jalan pertigaan, selanjutnya langsung belok kanan, nanti juga disana ada spanduk tulisan Pasir Kirisik.
Kondisi jalannya memang tidak semulus jalan raya Tasikmalaya-Majalengka, tapi lumayan tidak parah cuma sempit saja hanya bisa dilalui oleh 1 mobil, kalau pun memang ingin menggunakan mobil harus ekstra hati-hati saja.
Pasalnya kalau kemudian berpapasan di jalan, salah satu penguna kendaraan itu harus mengalah atau mundur mencari lahan, sedangkan medan jalan yang harus dilalui itu kondisi aman sebab tidak melewati jurang hanya hutan belantara saja.
Pemilik wisata alam Pasir Kirisik, H. Holis mengatakan tadinya tempat tersebut hanya digunakan sebatas keluarganya, tapi karena banyak permintaan dari masyarakat supaya di buka untuk umum.
Akhirnya pada 29 Desember 2016 dibuka saja untuk umum, ketika dibuka ternyata animo masyarakat sangat begitu antusias, padahal fasilitas yang ada hanya ada 1 villa dan 1 kolam renang juga gazebo saja.
“Saya menempati tempat ini sudah hampir 3 tahun, tapi dulu hanya dipakai oleh keluarga saja, adapun luasnya itu sekitar 7 hektar. Insya allah ke depan akan segera di bangun 6 villa dan waterboom, sebenarnya dibuka untuk umum tersebut hanya uji coba saja”, bebernya ketika di temui di lokasi, Sabtu (7/1).
Menurut Holis, saat ini tempatnya itu menarik harga tiket masuk sebesar Rp. 5.000 (lima ribu rupiah), tetapi kalau ada pengunjung yang ingin berenang ditarik juga sebesar Rp. 5.000 (lima ribu rupiah). Adapun mulai bukanya itu pukul 08.00 WIB dan tutup pada jam 16.00 WIB.
Saat ini tempat eksotis itu sudah di tanami berbagai jenis buah-buahan, tersebar di areal tanah seluas 7 hektar tersebut, diantaranya adalah mangga erwin, durian dan manggis.
Rencananya nanti kalau ada pembangunan fasilitas baru, tempatnya untuk sementara akan tutup dulu. Hadirnya wisata alam tersebut ada dampak positif bisa menyerap tenaga kerja warga sekitarnya.
Karena semua karyawan sebanyak 20 orang yang di rekrut itu merupakan asli penduduk di sini, selain itu juga bentuk kepeduliannya bisa memperbaiki akses jalan yang rusak serta bisa memberikan kontribusi pada Desa.
“Kalau untuk mengisi air kolam itu sumbernya dari gunung Ciguha yang berjarak sekitar 3 km dari sini, adapun kedalaman kolam itu 1,5 meter. Sedangkan kalau ramainya pengunjung itu biasanya pada hari libur biasa (weekend) ataupun liburan panjang sekolah, engunjung bisa mencapai 700 orang”, pungkasnya. (Jefri/Ariska/D.Saepudin)

0 komentar:

Posting Komentar