/* slider snp1 */

Selasa, 24 Januari 2017

Comander Wish, Dalam Rangka Menciptakan Soliditas dan Sinergitas TNI-POLRI Demi Menjaga Keutuhan NKRI

Bandung, SNP -  Dandim 0618/BS Kolonel Inf. Sugiyono mengikuti kegiatan Comander Wish bertempat di Aula Suryono Mapolda Jabar Jl. Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Kegiatan diikuti  Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra, Kapolda Jabar serta Jajaran Dansat, Kabalak Kodam III/Siliwangi dan Jajaran Kapolres dan Kapolsek Polda Jabar
Giat dilaksanakan dalam rangka menciptakan Soliditas dan Simergitas TNI-POLRI Demi Menjaga Keutuhan NKRI,
Pangdam III/Siliwangi  mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini.
Menurut Pangdam, Apel Bersama yang digelar oleh Kapolda Jawa Barat tersebut adalah yang pertama kalinya di Wilayah Jawa Barat, ia berharap agar kegiatan tersebut bisa dimaknai oleh seluruh prajurit TNI dan Personil Polri Wilayah Hukum Jawa Barat sebagai suatu wadah yang mempersatukan TNI-Polri, agar kedepan TNI-Polri semakin solid dalam mengemban amanah di Tatar Sunda.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, saya juga berharap agar TNI-POLRI semakin solid, dan bila ada yang mencoba mencubit Polri berarti dia mencubit TNI begitu pun sebaliknya apabila ada yang mencubit TNI, berarti dia juga mencubit polri", ujar Pangdam III/ Siliwangi.
Sementara itu Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan menyampaikan, "Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kebangsaan yang memiliki wilayah daratan dan lautan yang sangat luas, terdiri dari ribuan pulau dan jumlah penduduk yang cukup besar, serta memiliki multi agama, multi etnis, multi budaya dan multipartai dalam sistem politiknya".
"Dengan heterogenitas tersebut, menyebabkan bangsa Indonesia memiliki keunggulan sekaligus kerawanan yang cukup besar dan harus berjuang mengatasi berbagai persoalan yang ada, baik yang atang dari dalam wilayah negara maupun dari luar wilayah negara".

Ketika Heterogenitas tersebut tidak disikapi dan ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan potensi konflik yang dalam skala tertentu dapat menjadi konflik sosial yang dapat mengancam keutuhan NKRI, dan pada gilirannya dapat melemahkan dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia", ucap Kapolda Jabar. (Jefri/Gunawan Tim Kreatif)

Kunjungan Wapres RI Jusuf Kalla ke Bandung, Pengamanan Vvip TNI-Polri

Bandung, SNP - Dandim 0618/BS Kolonel Inf. Sugiyono, selaku Dansatgaspamwil Vvip beserta Anggota Gabungan TNI-Polri melaksanakan Pengamanan Vvip Kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke Bandung.
Kedatangan Wakil Presiden dalam rangka menjadi pembicara kunci dalam dialog Ekonomi Nasional dan sekaligus membuka kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi (Raprimprov) III Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar di Hotel Arya Duta dan dilanjutkan peresmian "Overpass Pelangi Antapani".

Dalam sambutannya di peresmian Overpas Pelangi Antapani, Wapres merasa bangga atas diresmikannya jembatan layang, "jembatan layang ini simpel dan cuma memerlukan biaya 35 Milyar, dengan adanya Overpass Pelangi Antapani ini bisa membantu dalam mengatasi kemacetan di Kota Bandung", ujar Wapres RI Jusuf Kalla.

Hadir dalam kegiatan ini Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Moeldjono, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra, Kapolda Jabar Irjen Pol. Anton Charliyan, Wakil Gubernur Jabar Dedi Mizwar, Kejati Jabar, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Asops Kasdam III/Siliwangi, Danpomdam III/Siliwangi, Kakesdam III/Siliwangi, Dandim 0618/BS Kolonel Inf. Sugiyono, Kapolrestabes Bandung Kombespol Hendro Pandowo dan pejabat  TNI, Polri dan Pemda lainnya.
Kegiatan pengamanan kunjungan Wapres RI ke Bandung berlangsung dengan aman dan lancar.
(Jefri/Gunawan Tim Kreatif)

Pangdam III/Siliwangi Mengikuti Kegiatan Apel Bersama dan Commando Wish

Kepala UPTB PP Wilayah 1 Kota Tasik, Ajak Warga 3 Kecamatan Sadar Pajak

Kota Tasikmalaya, SNP - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah melalui Kepala UPTB Pelayanan Pajak (PP) Wilayah 1 yang meliputi Kecamatan Indihiang, Bungursari dan Cihideung Kota Tasikmalaya, Dadang Hernawan S.STP mengajak masyarakat di wilayah 3 Kecamatan tersebut supaya sadar pajak.
Karena dengan adanya kesadaran warga membayar pajak itu, tentunya akan ikut andil mendorong terwujudnya percepatan pembangunan, sehingga nantinya pun masyarakat juga yang akan menikmati hasilnya, membayar pajak suatu kewajiban sebagai warga negara yang baik.
“Kami selama ini berharap kepada masyarakat yang berada di 3 Kecamatan itu harus ada kesadaran membayar pajak PBB/P2, kalau memang sudah menerima SPPT bisa membayar langsung ke BJB yang paling terdekat”, beber alumni STPDN tersebut, Senin (23/1). 
Kata Dadang, saat ini pihaknya telah diberi kewenangan bisa menarik pajak diluar PBB/P2, karena ada sejumlah potensi yang harus digarap, tentunya dalam upaya untuk bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya.
Adapun potensi yang bisa digali itu adalah dari sektor pajak hotel berupa rumah kost dan kontrakan, kemudian dari pajak restoran berupa rumah makan, warung nasi dan catering, serta juga dari sektor reklame berupa papan toko, hiburan dan lainnya. 
Sebenarnya masih banyak juga potensi yang belum digarap di 3 Kecamatan selama ini, termasuk juga pajak parkir yang berada diluar badan jalan, karena dari sektor parkir tersebut sangat potensial sekali bisa memberikan kontribusi yang signifikan. 
“Pemahaman pajak itu bukan hanya sekedar PBB/P2 saja melainkan juga ada sektor-sektor potensi lainnya yang harus digarap, tetapi tentunya ini juga harus didukung oleh kesadaran masyarakatnya supaya ikut andil bisa meningkatkan PAD”, lanjut alumni STPDN tersebut, Senin (23/1). 
Menurut Dadang, pihaknya memiliki tenaga para kader sebanyak 190 orang dilapangan, nanti diharapkan bisa membantu untuk bisa koordinasi dengan para wajib pajak yang memiliki kesadaran.
“Atau bisa juga kalau ada masyarakat yang ingin konsultasi terkait pajak, baik PBB/P2 atau pun diluar sektor itu silahkan saja datang ke kantor kami di Jl. Leuwidahu, tentunya kami welcome dan sangat apresiasi sekali”, terangnya. 
Dadang juga menambahkan akan melakukan jemput bola dengan memberikan sejumlah formulir ke masyarakat yang dinilai memiliki potensi usaha, langkah itu akan di tempuhnya karena kurangnya warga akan kesadaran membayar pajak selama ini. 
Patuh membayar pajak dan tepat waktu itu patut dihormati sebagai pejuang pembangunan, sehingga wajib masyarakat luas didorong supaya menjadikan bayar pajak itu sebagai tanggung jawab warga negara yang baik. 
”Setiap rupiah pajak yang dibayar sangat memberikan arti bagi pembiayaan roda pemerintah, pembangunan dan kesejahteran masyarakat, semakin besar dana yang dihimpun maka semakin besar pula pembangunan bagi kepentingan warga”, pungkasnya.(Jefri/Ariska/D.Saepudin)

Minggu, 22 Januari 2017

Banyak Khasiatnya Bagi Kesehatan, PKL Bawang Dayak Di Dadaha Diburu Pembeli


Jajang penjual bawang dayak di Dadaha Kota Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya, SNP - Khasiat bawang dayak bagi kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi, konon bawang dari tanah Kalimantan itu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, sehingga tak heran kini banyak diburu orang.

Jajang salah satu PKL yang berjualan bawang dayak setiap hari minggu di belakang GGM Dadaha Kota Tasikmalaya, mengaku banyak pembeli yang datang memborongnya karena mereka tahu popularitas bawang itu sangat berkhasiat.

“Masyarakat yang tahu khasiat bawang dayak itu biasanya dari internet, tapi rata-rata mereka bingung harus membelinya dimana, sehingga membuatnya penasaran apalagi saat ini di Tasikmalaya masih sulit”, tutur pedagang asal Ciawi itu, Minggu (22/1).

Jajang mengaku setiap berjualan di Dadaha itu membawa 5 Kg(Kilogram) bawang dayak dengan kemasaan berbeda jenisnya, diantaranya itu serbuk bawang kering, bawang basah dan serbuk bawang yang sudah seperti jamu tinggal di seduh.

Kalau serbuk bawang kering itu sudah di jemur dan bisa tahan lama serta bawangnya sudah di iris, kemudian bawang basah itu kondisinya masih asli, tetapi kalau di minum harus di iris dahulu dan harus di simpan di kulkas.

Sedangkan serbuk bawang lebih praktis seperti jamu karena sudah di bungkus tinggal di seduh saja, ketiga jenis bawang itu kini banyak dicari orang sebagai obat herbal yang tidak mengandung kimia.

Cara mengkonsumsinya pun sederhana, pertama bawang dicuci dahulu terus di iris-iris kemudian di seduh dengan air panas, nanti airnya berubah menjadi merah marun, dalam pengobatan itu di minum dalam 2 kali sehari antara pagi dan sore.

Khasiatnya bawang itu bisa menyembuhkan penyakit ginjal, diabetes, asam urat, rematik, kolestrol, darah tinggi, sesaak napas, jantung, lambung, migren, lemah syahwat, susah tidur, gatal, keputihan, stamina, wasir dan melancarkan darah.

“Harga dari 3 jenis bawang tersebut berbeda-beda, misalnya serbuk bawang kering harganya sebesar Rp 25.000, bawang basah Rp 20.000 dan serbuk bawang yang sudah seperti jamu itu Rp 30.000”, terangnya.

Menurut Jajang, bawang dayak selama ini diperoleh dari kiriman temannya di Tangerang, kiriman itu datang tergantung pesanan kebutuhannya, tapi rata-rata kiriman tersebut kisaran 10 Kg.

Tapi ada rencana kedepan Jajang akan menanam sendiri di rumahnya di daerah Kaum Kidul Kec. Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya karena akan memanfaatkan sejumlah lahannya.

Jajang berjualan bawang di Dadaha itu cuma hari minggu saja, keseharianya berjualan berkeliling saja ke sejumlah pasar tradisional serta terkadang juga di Kantor Pos Tasikmalaya.

“Alhamdulilah omzet jualan di Dadaha itu bisa meraup sebesar Rp 600.000, meski kini para PKL di relokasi pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berjualan ke GGM, apalagi dahulu ketika masih bebas berjualan di Center Sport bisa meraup omzet lebih dari itu”, pungkasnya.

Kata Jajang, bagi masyarakat yang ingin membutuhkan bawang dayak tersebut jangan merasa khawaatir, karena bisa menghubungi nomor telephone selulernya ke 085351081713.(Jefry/Ariska/D.Saepudin)


Rakor Pangan Upsus Padi, Jagung Dan Kedelai TA. 2017

Soreang, SNP - Pangdam III/Siliwangi mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian, Prof. DR. Ir. H. Andi Amran Sulaeman ke wilayah Kec. Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (21/1).
Pada sambutannya, Bupati Kab. Bandung, H. Naser mengucapkan selamat datang atas kesediaan Menteri Pertanian unuk hadir di Kab.Bandung, sekaligus mengikuti rakor yang berkaitan dengan penanaman PAJALE yang bekerjasama dengan TNI, khususnya Kodam III/Siliwangi.
Disampaikannya, "dengan dibantu oleh Babinsa, pertanian di Kab. Bandung meningkat dan saluran irigasi lebih membaik dibanding sebelumnya, tak kalah juga berkat kerja keras Babinsa dan Kamtibmas dalam menjaga keamanan di wilayah Kab. Bandung, aman", ucap Bupati Kab. Bandung.


Pada kesempatan yang sama, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra, pada rakor ini menyampaikan "tentang masalah ketahanan pangan ini menekankan untuk mendukung penuh program yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian tentang ketahanan pangan dan swasembada pangan".
Ditambahkannya, "TNI dan ketahanan pangan sangat berhubungan erat karena TNI mempunyai tujuan utama ingin mensukseskan ketahanan pangan di Indonesia, mari kita dukung agar Indonesia dapat mensukseskan swasembada pangan dan tidak perlu mengimpor dari negara luar lagi", ucap Pangdam III/Siliwangi.
Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dedy Mizwar dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi Jawa Barat sangat tinggi tentang kedaulatan pangan padi, jagung dan kedelai.
"Kebutuhan protein hewani untuk membentuk kerja sel otak yang dapat dihasilkan bukan hanya melalui daging sapi saja, karena masih didapat dari daging kelinci dan daging domba".
Wagub menambahkan, "Kedaulatan pangan telah dinyatakan berhasil, terbukti kita sudah tidak mengimpor beras dari luar negeri karena daerah kita sudah mampu untuk mengatasi kebutuhan pokok masyarakat", jelasnya.
Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada TNI, Kodam III/Siliwangi agar dapat membantu pembuatan jembatan penghubung Desa seperti di Tasik dan Pangandaran, agar logistik di wilayah tersebut dapat terdistribusi dengan baik dan gizi masyarakat dapat terpenuhi.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan kesanggupan sasaran luas tanam padi kepada Aster Kasdam III/Siliwangi, Dandim 0606/Kab. Bandung dan Dandim 0619/Purwakarta yang disaksikan oleh Menteri Pertanian, Pangdam III/Siliwangi, Wakil Guberjur Jabar dan Bupati.
Menteri Pertanian pada sambutannya menyampaikan anggaran pertanian Jabar 2014 hanya 1.4 trilyun tetapi untuk tahun 2017 menjadi  2.5 trilyun.
Menteri petanian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jawa Barat bahwa kita sudah tidak impor beras dari luar negeri dan kepuasan masyarakat kepada pelaksanaan tugas TNI dilapangan mencapai  89.57%.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wagub Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Para Bupati, Wali Kota, Para Danrem dan Para Dandim jajaran Kodam III/Siliwangi dan Kepala Dinas pertanian Jabar.
(Jefry/PurPendam III/Siliwangi)

Kamis, 19 Januari 2017

Pisah Sambut Kepala Desa Pangauban

Baju Putih, Moch. Ajidin
Kab. Bandung SNP - Bertempat di gedung kantor Desa Pangauban,  Kab.Bandung, Selasa (17/1) Pemerintah Kecamatan Pacet melaksanakan pisah sambut Kepala Desa Pangauban, Moch. Ajidin yang telah berakhir masa jabatannya periode 2012-2017.

Hadir dalam acara tersebut Muspika Kecamatan Pacet, BPD Desa Pangauban, LPMD, Perangkat Desa, para Tokoh Desa Pangauban, RT, RW dan warga masyarakat Desa Pangauban dan para tamu undangan perwakilan dari Desa-desa yang ada di Kecamatan Pacet.

Dalam sambutannya Moch. Ajidin mengatakan,”Saya atas nama pribadi dan keluarga  mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Desa Pangauban yang telah memberikan kepercayaan penuh menjadi kepala desa selama ini, dimana pengabdian saya selama menjabat kepala desa dalam melayani masyarakat mungkin masih ada kekurangan, untuk itu saya memohon maaf lahir dan batin bila ada khilaf, namun demikian dalam pengabdian ini, alhamdullilah saya bersama perangkat dan seluruh elemen Desa Pangauban, telah melaksanakan program-program Pemerintah Pusat, Provinsi dan  Kab. Bandung sesuai dengan program Sabilulungan”, jelasnya.

Selanjutnya, Ajidin berharap kepada Plt. Desa Pangauban dapat melanjutkan program-program Pemerintah tersebut, walaupun saya sudah tidak menjadi Kepala Desa lagi, akan terus siap selalu membantu dan mendorong secara moril  guna lebih meningkatkan lagi pembangunan Desa Pangauban guna meningkatkan kesejahteraan warganya”, tegas Ajidin.

Sementara, warga Desa Pangauban beserta para tokoh selepas pisah sambut Kepala Desa, merasa kehilangan akan sosok Figur Ajidin yang merakyat, dimana beliau hidupnya selama ini telah diabdikan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga Desa Pangauban tanpa mengenal lelah dalam pelayanan”.

“Dimana pengabdian beliau telah terbukti dengan karya nyata pembangunan Kantor Desa dan jalan-jalan yang telah banyak diperbaiki, begitupun juga dengan rehab rumah tidak layak huni, semoga beliau bisa melanjutkan pengabdiannya lagi”, ucap warga Desa Pangauban saat diminta tanggapannya terkait kepemimpinan Ajidin.  (Jefry/Arbim)