/* slider snp1 */

Minggu, 30 April 2017

Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat Oleh TNI

Bandung, Swara Nasional Pos - Danramil 1801/Astana Anyar - Bojongloa Kaler Mayor Caj ( K ) Ratih Vitria Ekasari, SE, dan Babinsa Kelurahan Babakan Tarogong Serma Jumaedi Zabidy menghadiri dan memberikan arahan dalam kegiatan "Pelatihan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tingkat Kelurahan Babakan Tarogong. Kegiatan di prakarsai oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Babakan Tarogong.
Dalam penyampaian, Danramil menekankan tentang penting memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan  kesatuan serta cinta tanah air.
Danramil juga menyampaikan, "supaya kita bijak dalam menyingkapi media sosial (medsos) yang akhir-akhir ini marak dengan berita hoax atau berita bohong, Kita jangan percaya begitu saja, kita harus cek terlebih dahulu kebenarannya, kita harus berfikir cerdas, konsultasi kan terlebih dahulu kepada orang yang lebih berpengalaman dan juga aparat keamanan," paparnya.
Sementara itu, Babinsa Babakan Tarogong menyampaikan, "Kesadaran perjuangan perjuangan bersifat Nasional yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata. Kondisi jati diri bangsa kita saat ini  disinyalir sudah mulai  tergerus dengan  masuknya budaya budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya kita, hal  ini bisa kita lihat dari perilaku, pola hidup dan gaya hidup, bahkan banyak diantara kita, baik kaum tua dan generasi muda yang seolah-olah tidak mengenali jati diri sebagai bangsa Indonesia," tegasnya.

"Ironisnya Lagi, banyak  kita temukan generasi muda saat ini yg tidak mengetahui akan Pahlawan nya, tidak mengetahui dan tidak hafal Pancasila, tidak hafal lagu kebangsaan nya sendiri yang merupakan salah satu alat pemersatu Bangsa," lanjutnya.

"Maka dalam kesempatan in,i merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengingatkan  bagaiamana kita memahami  tentang pentingnya membangun jati diri yang sesungguhnya sebagai Bangsa Indonesia", pungkas Babinsa.
Kegiatan  pelatihan Wasbang dan Kamtibmas diikuti para Ketua RT, Ketua RW, kader PKK dan Posyandu, Karang Taruna, Linmas, Toga, Tomas. Selain Danramil dan Babinsa hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Bojongloa Kaler Kompol Apong Wasruri, Babinkamtibmas Babakan Tarogong Brigadir Cecep Wahidin, Lurah Kelurahan Babakan Tarogong Opie Hanafi, Ketua LPM Kecamatan Bojongloa Kaler Ridwan Hidayat. Kegiatan di buka oleh Lurah Kelurahan Babakan Tarogong Opie Hanafi, S.Sos.
(Jefri/Gun Tim Kreatif)

Warga Dusun Tapus Temukan Bayi Perempuan di Dalam Parit Tanpa Busana

Jumat, 28 April 2017

"Nusantara Buruh Mengaji" Mengawali Rangkaian Peringatan May Day 2017

Bekasi, Swara Nasional Pos.com - "Acara Nusantara Buruh Mengaji" diadakan atas gagasan bersama Kementerian Tenaga Kerja RI beserta dengan pengelola Kawasan Industri MM2100 Bekasi, pada Tanggal 28 April 2017.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh elemen buruh yang ada di Kab. Bekasi beserta masyarakat, bertempat di Masjid Baitul Musthafa Kawasan Industri MM2100 Kab.Bekasi.

Selain itu acara Nusantara Buruh Mengaji kali ini juga dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, yakni Bpk. Hanif Dhakiri dan juga dihadiri oleh mantan Menakertrans RI Bpk. Muhaimin Iskandar, serta jajara Muspida Kab. Bekasi juga turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya Bpk.Hanif Dhakiri berpesan, "kepada elemen buruh dan masyarakat agar jangan melupakan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Karena semua sendi kehidupan ada didalam Al Qur’an," paparnya.

"Selain itu, tema yang diangkat kali ini untuk rangkaian acara menyambut peringatan May Day adalah “May Day, Happy Day” pungkas ketua peyelenggara Bpk. Alwin.
*Jefri/Marzuki

Kamis, 27 April 2017

Kantor Pemkab Tubaba Sudah Tidak Aman Lagi, Pencurian Berkeliaran

Gubernur Lampung, Ridho Ficardo Budayakan Germas Lewat Pengajian di Waway Karya

Lampung, Swara Nasional Pos.com - "Konsep Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kali ini sangat istimewa, karena berbarengan dengan peringatan Isra Mi'raj," demikian disampaikan Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten III Ir. Amartoni Ahadis, M.M, saat membuka Germas dan peringatan Isra Mi'raj, di Lapangan Desa Tritunggal, Kec. Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (26/04/2017).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Ny. Agustina Toha, ibunda dari Gubernur M.Ridho Ficardo, Ridho juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia, dinas terkait, serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kabupaten Lampung Timur, khususnya Kecamatan Waway Karya.

Tidak lupa Ridho juga mengajak seluruh masyarakat, dengan menjadikan peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum yang tepat untuk refleksi diri dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten III Ir.Amartoni Ahadis, Ridho menyatakan bahwa Germas Kali ini adalah Germas Syariah

"Ada yang istimewa dalam konsep germas kali ini, karena dibarengi dengan pengajian dan Tausiyah dalam rangka peringatan Isra Mi'raj. Jadi tidak hanya sehat jasmani, tapi juga rohani, ini namanya Germas Syariah" paparnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Hj. Chusnunia Chalim,M.Si. yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Dr.Ir. Arisuwandi M.M, menyampaikan, "bahwa pelaksanaan hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri dan kelompok terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga," ucapnya.

Chusnunia mengapresiasi dan siap mendukung serta melaksanakan program-program Provinsi Lampung khususnya yang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr. dr. Reihana,M.Kes, sebagai ketua Pelaksana melaporkan, dalam kegiatan Germas kali ini tidak hanya diisi dengan makan buah bersama, tapi juga ada Khitanan Massal dan pemberian bantuan 20 bowl bagi peningkatan program sanitasi total berbasis masyarakat dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI)

Selain itu, ada beberapa program bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berupa :
1. Program perbaikan gizi masyarakat, berupa MP ASI bagi bayi dan balita BGM, serta PMT bagi Bumil KEK sebesar Rp.519.760.000
2. Program obat dan pembekalan kesehatan sebesar Rp.352.381.785
3. Program pemberantasan penyakit berupa paket Buffer stock insektisida, Alkes, dan Logistic P2 sebesar Rp.75.000.000
4. Program sanitasi total berbasis masyarakat berupa 15 paket fiberglass ferornce plastik  (FRP) plastik sebesar Rp.270.000.000.
5. Program pelayanan kesehatan perorangan berupa pelayanan RS keliling senilai Rp.85.486.000.
6. Program promosi dan pemberdayaan masyarakat Rp.962.200.000
7. Program kesehatan kerja olahraga berupa pengukuran kebugaran jasmani bagi 200 calon jamaah haji dan pembina pos UKK sebesar Rp.56.828.000
8. Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan tahun anggaran 2017 sebesar Rp.60.880.825.000
9.Program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular berupa penggerakan masyarakat sehat peduli kanker dan media informasi PTM sebesar Rp.15.559.000.
*Jefri/Fauzi

Rabu, 26 April 2017

Mengungkap Bobroknya Dunia Pendidikan: Kertas Ujian Tengah Semester di Lampung Timur Diduga Menjadi Ajang Bisnis Tahunan

Lampung, Swara Nasional Pos.com  - Dengan dilaksanakannya Ujian Tengah Semester (UTS) Tahun 2017, yang semua kita tahu bahwa pembuatan soal tersebut adalah  tugas Kelompok Kerja Guru (KKG) di setiap masing-masing Kecamatan. Dari 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten  Lampung Timur tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam setiap Kecamatan, namun ada yang di tuakan menjadi Ketua Kelompok Kerja Guru. Tetapi yang terjadi di setiap Kecamatan yang ada di Lampung Timur menjadi bisnis tahunan di setiap Tengah Semester menjelang Ujian Tengah Semester (UTS). 

Dari beberapa Kepalah Sekolah, saat di konfirmasi mengatakan kepada awak media "bahwa Sekolah Dasar Negeri  yang ada di Lampung Timur, kelas 1 kelas 2 per siswanya membayar/menebus soal UTS Rp  8000/siswa. Dan kalau kelas 3 sampai kelas 6 per siswanya membayar/menebus Rp11.500/siswa itu (setahu saya)", ungkap Kepala Sekolah yang meminta identitasnya di rahasiakan karna takut adanya sanksi  dari Dinas terkait.

Lanjut KS, "kemudian bendahara kami yang menyetorkan ke bendahara Ketua Kelompok Kepalah Sekolah (K3S), dan kemudian bendahara Ketua Kelompok Kepalah Sekolah (K3S) menyetor ke Kabupaten," ujar beberapa Kepala Sekolah di beberapa Kecamatan yang namanya enggan di publikasikan.

Untuk mencari data yang lebih lanjut,  tim investigasi  dari media dan LSM dengan penemuan ini, tim  menemui Kabid DIK-DAS Kabupaten Lampung Timur pada Hari Rabu 19 April 2017 sore, tim menanyakan kepada Suprapto, untuk mengklarifikasi dari hasil penemuan.

Saat di konfirmasi mengatakan "saya gak tahu" Suprapto membatah keras kepada awak media. "Saya tidak pernah menyuruh atau menyetujui. Semua Kepala Sekolah Seluruh Tinggkat SD yang ada di Lampung Timur kami dari Dinas tidak pernah menerima setoran Kepala Sekolah, dan saya selaku Kabid DIK-DAS hanya mengetahui soal ujian itu. Bahkan saya tidak tahu mereka mencetak dimana. Bahkan saya sudah menyarankan kepada Kepalah Sekolah Tinggkat SD  yg ada di Lampung Timur, jangan sekali-sekali mengkoordinir Kertas Ujian Tengah Semester, kerjakanlah masing-masing kelompok kerja di setiap kecamatan yang di sebut KKG masing-masing, kalau saya hanya mengetahui saja soal-soal UTS, dan saya tidak terima kalau mereka mengatasnamakan setoran ke Dinas," ujar Kabid Dikdas.

Lanjut konfirmasi mengenai pungutan dan penjualan buku kepada  Kabid Dikdas Lampung Timur dengan pertayaan yang simple, "Pak mengapa masih terjadi di beberapa  Sekolah Tingkat SD dan SMP masih ada menarik dana komite dan menjul Buku" ?. 
 
Dengan lembut Suprapto menjawab, "menarik menjual buku itu boleh-boleh saja asal sesuai kesepakatan mereka, bahkan itu bagus memajukan sekolah," ujar KABID.
 
Kemudian  kepala investigasi LSM Lantai  Lampung Timur angkat bicara mengatakan, "jadi PERPRES NO 87 th 2016 dan Peraturan Menteri Pendidikan tidak di gubris atau tidak berlaku dong di Lampung Timur ini. Peraturan Menteri tidak memperbolehkan, tetapi sangat di sayangkan  dengan komentar Kabid Dikdas tersebut memperbolehkan penarikan. Jadi Peraturan Menteri tidak di anggap sama sekali di Lampung Timur. Jadi program wajib belajar  9 tahun  dan mungkin sekarang wajib belajar 12 tahun.sudah berlaku dan apakah mereka sudah tidak mau terima dana bos lagi ?," pungkas Indra.
*Jef/Fauzi

Minggu, 23 April 2017

Jalan Akses Menuju Pemkab Tulangbawang Barat Rusak Parah