/* slider snp1 */

Jumat, 24 Maret 2017

Arogan, Oknum Guru SDN Tenjonegara 3 Diduga Aniaya Muridnya


ilustrasi

Kab. Bandung SNP -  Dunia pendidikan di Kabupaten Bandung kembali tercoreng oleh ulah oknum guru yang melakukan tindakan kekerasan anak dibawah umur di Sekolah Dasar Tenjonegara 3 wilayah UPTD kecamatan Pacet. Kali ini menimpa salah satu siswi berinisial (NN) yang di cubit oleh (HK) guru disekolah tersebut, yang mengakibatkan korban memar kebiru-biruan saat kegiatan jam belajar mengajar, Sabtu (18/3) .

Akibat ulah oknum guru tersebut korban sampai tiga hari belum mau masuk sekolah dikarenakan merasa trauma dan sedikit mengalami depresi,ucap Erik salah satu kerabat korban.

Masih menurut Erik, awal kejadian terjadinya dugaan penganiayaan, disebabkan korban belum menyelesaikan tugas PR Sekolah dan dianggap siswi tersebut nakal, sehingga memancing amarah oknum guru tersebut sehingga terjadilah pencubitan sebanyak empat kali,ujarnya.

Disebutkan Erik, pada hari selasa (HK) dan keluarganya telah menemui orangtua siswa untuk melakukan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan (HK), sambil mengatakan kenapa permasalahan begini sampai ke wartawan.

Kepala Sekolah SDN Tenjonegara 3, Agus Isak saat ditemui awak media untuk mengklarifikasi kebenaran dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap korban menjelaskan, Benar bahwa salah satu guru kami telah melakukan pencubitan terhadap korban dikarenakan korban tidak mengerjakan tugas sekolah, namun itu tindakan hal yang wajar,ucapnya.

Lanjut Agus, kami atas nama pihak sekolah telah mendatangi orangtua siswa untuk mengklarifikasi sekaligus memohon permintaan maaf dan masalah ini telah dianggap selesai,ungkapnya.

Sementara ditempat terpisah Kepala Bidang Perlindungan anak (BKBPP) Kabupaten Bandung, Haslili Lindayani saat diminta tanggapannya terkait kekerasan anak mengatakan, Kasus kekerasan terhadap anak paling banyak dalam bentuk kekerasan fisik dan pelecehan, kasus seperti ini banyak terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah, maka kami sekarang telah membentuk Forum anak daerah untuk sosialisasi pencegahan kekerasan,jelasnya.

Untuk tindakan kekerasan anak yang dilakukan oknum guru tersebut bertentangan dengan peraturan pemerintah (PP) 53 Tahun 2010 tentang displin kepegawaian, sehingga bila benar adanya tindakan kekerasan maka maka harus diberikan sanksi kepegawaian, sanksi ini diberlakukan untuk menjadi pembelajaran selain itu juga untuk mengurangi dampak phisikologis anak. 

Kepala Sekolah juga harus diberi Sanksi secara tertulis sebagai bagian dari manajemen pendidikan dimana Kepala Sekolah harus memberikan pengarahan dan pembinaan terhadap gurunya, walaupun perbuatan kekerasan itu tidak direncanakan secara tidak disengaja, hal itu merupakan kelalaian dan atas kelalian itu harus diberikan sanksi,tegasnya.

Dengan kejadian ini maka setiap pendidik harus berhati-hati jangan sampai arogan dan temperamental yang membuat adanya kekerasan anak dalam dunia pendidikan karena ini sudah jelas akan terjerat masalah hukum,pungkasnya. (Jefri/Arbim)

Unit Intel dan Provost Kodim 0618/BS Laksanakan Ops Gaktib DI Wilayah Kogar Tap II/Bandung

Bandung, SNP - Personil Unit Intel dan Provost Kodim 0618/BS bersama tim gabungan melaksanakan Operasi Penegakan dan Ketertiban (Ops Gaktib)  di wilayah Kogar Tap II/Bandung. Saat Apel kesiapan yang diambil Dansatpomgar II/Bandung, Mayor Cpm Supriyanto menyampaikan, "Saat ini sudah ada peredaran rangsum dan Kaporlap standar TNI yang beredar di toko-toko, sasaran operasi seluruh toko-toko yang menjual kaporlap yang standar TNI di wilayah Kota Bandung dan Cimahi. Kita akan tertibkan supaya tidak ada penyalagunaan, Operasi Gaktib ini laksanakan dengan baik, humanis, santun dan beretika namun tegas sesuai dengan aturan, hindari tindakan arogansi dan utamakan faktor keamanan," tegas Mayor Cpm Supriyanto.
 
Kegiatan Ops Gaktib dibagi 2 tempat yakni wilayah kota Bandung dan Wilayah Kota Cimahi, sebagai Pimpinan dilapangan Operasi Gaktib, Waasops Kogar Tap II/Bandung Letkol (Pas) Ahmad. Adapun personel yang terlibat dalam Ops Gaktib kali ini:  Pomgartap II/Bandung, Denpom Bandung, Denpom Cimahi, Kodim 0618/BS Kota Bandung, Kodim 0609/Kabupaten Bandung, Satpol PP Kota Bandung, Satpol PP Kabupaten Bandung dan Awak Media.
 
Dari Ops Gaktib didapat ada beberapa toko yang masih kedapatan menjual kaporlap standar TNI, setelah diadakan pemeriksaan baik barang dan surat izin, barang yang dilarangkan diambil beberapa buah dan dibawa ke Makogar Tap II/Bandung sebagai barang bukti, diantara barang yang dijadikan barang bukti yang didapat dari wilayah Kosambi diantaranya  parapin, ransum, baret, sepatu PDH, sepatu PDL, kotak munisi, rompi anti peluru, jaket loreng.
 
Sedangkan dari wilayah  Arjuna pakaian olahraga TNI AU, Sepatu PDL. Sedangkan untuk pedagang yang tidak mempunyai izin dan kedapatan menjual barang standar TNI untuk melapor ke Makogartap II/Bandung.
Kegiatan Ops Gaktib berjalan dengan tertib dan aman. (Jefri/Gunawan Tim Kreatif).

Kamis, 23 Maret 2017

Pesona Alam Kebun Teh Desa Neglawangi



Kab. Bandung SNP - Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari berada di wilayah selatan Babupaten Bandung, lokasinya dikelilingi Kebun Teh, membuat panorama alamnya sangai sejuk dan indah dipandang mata dengan hamparan perbukitan hijau, sehingga layak desa tersebut di anugerahi Desa Wisata. Saat ini Desa Neglawangi dipimpin oleh Kades Yayan Sunadi dan pengembangan pelaksanaan desanya dibina Jajang selaku ketua LPMD yang menata dan melaksanakan program pembangunan daerahnya. Kehidupan masyarakat Desa  Neglawangi rata-rata bercocok tanam dan petani kebun Teh yang telah menghasilkan produksi Teh secara Nasional dan Internasional. 

Sesuai dengan Visi misi Yayan selaku Kepala Desa Neglawangi yaitu menuju kemajuan dan kemandirian serta mempercepat Infrastruktur dan perkembangan wilayah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang mendorong tata kelola pemerintah yang baik dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dan kesehatan berbasis warga masyarakat desa, dalam kesejahteraan ekonomi, kesehatan dengan kultur budaya gotong-royong sesuai dengan Motto Sabilulungan.

Desa Neglawangi, peran Bumdes sangat kental dimana Bumdes sebagai pilar kekuatan ekonomi kemasyarakatan terus berpacu meningkatkan kecakapan dan keterampilan masyarakat serta pengetahuan dalam bidang kearifan lingkungan serta melaksanakan pembangunan Infrastruktur dengan memperkuat partisifasi masyarakatnya, agar Desa Neglawangi bisa sejajar dengan desa-desa yang telah maju.

Kini Desa Neglawangi menjadi Desa Wisata Alam yang layak diperhitungkan, mengingat panorama  alam kebun Teh serta indahnya hamparan perbukitan yang hijau mengundang daya tarik tersendiri bagi para turis lokal maupun mancanegara.       (Jefri/Arbim)

SMAN 1 Cikancung Raih Prestasi OSN Bidang Study Matematika



Kepala Sekolah SMAN 1 Cikancung
Drs. Tedi Hermanto M.MPd, Kepsek SMAN 1 Cikancung, Alhamdullilah satu siswa kami menjadi  wakil salah satu Kabupaten Bandung untuk ikut Olimpiade Sains Nasional Tingkat Propinsi dalam bidang study Matematika.
     Kab. Bandung, SNP - SMAN 1 Cikancung untuk kali ini berhasil meraih prestasi yang cukup membanggakan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) dalam Bidang study matematika dan menjadi perwakilan Kabupaten Bandung untuk OSN tingkat Provinsi Jawa Barat. Hal ini tentu menjadi moment sejarah bagi sekolah tersebut karena selama tiga belas tahun, baru kali ini SMAN 1 Cikancung bisa berbicara dan menunjukan prestasi tinggi dalam perlombaan OSN tingkat Provinsi. Tentunya hal ini berkat kerja keras dan bimbingan serta arahan dari Drs. Tedi Hermanto M.MPd kepala sekolah SMAN 1 Cikancung yang baru menjabat lima bulan disekolah tersebut, menggantikan kepala sekolah sebelumnya

     Seperti diketahui sebelumnya bahwa OSN se- kabupaten Bandung di ikuti oleh 1.189 siswa kelas X dan XI, memperlombakan sembilan cabang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Kebumian, Geografi, Astronomi dan Ekonomi yang digelar Selasa (14/3) di tiga tempat yakni di SMAN 1 Majalaya, SMAN 1 Baleendah dan SMAN 1 Soreang, dimana OSN kali ini bertepatan dengan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer.

    Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Cikancung Drs. Tedi Hermanto M.MPd diruang kerjanya mengatakan, “bahwa di SMAN 1 Cikancung ini sumber daya manusia cukup mempunyai kompotensi yang tinggi sehingga pelayanan-pelayanan secara administrasi sangat cepat, dimana hal ini kami tidak merasa kesulitan baik laporan keuangan dan pengajuan-pengajuan kebutuhan sekolah maupun laporan admistrasi yang dibutuhkan oleh Dinas Provinsi,jelasnya.

  Dalam kegiatan belajar mengajar demi menunjangnya prestasi siswa, kami juga menekankan kepada para guru untuk lebih giat dan disiplin kerja dalam mendidik siswa guna mencerdaskan kehidupan anak bangsa sesuai dengan amanat undang-undang dasar 45 dan amanah Bapak Pendidik Bangsa Ki Hajar Dewantoro,” tegasnya.

   Namun demikian kegiatan kami ini tidak akan sesuai harapan bila sarana prasarana sekolah belum memadai dan mencukupi, untuk itu kami tekankan butuh bantuan dari pemerintah, karena saat ini kami masih kekurangan ruang belajar sekolah dan ruangan laboratorium siswa,ucap Tedi penuh harap.

   Diakuinya selama lima bulan menjabat kepala sekolah SMAN 1 Cikancung, Tedi telah melakukan terobosan-terobosan terkait pemagaran sekolah yang dikerjakan secara swadaya dari masyarakat, walaupun tidak mendapatkan kucuran bantuan khusus dari pemerintah kami tetap optimis untuk melakukan pemagaran kurang lebih panjangnya seratus dua puluh  meter. Tentunya hal ini kami lakukan untuk meminalisir kerawanan tindak kejahatan  pencurian barang-barang sekolah dan dokumen-dokumen penting yang ada disekolah kami ini. Selain itu pemagaran sekolah ini kami lakukan agar siswa didik tidak mudah keluar masuk sekolah dalam jam pelajaran apalagi berusaha untuk bolos karena kami mempunyai tanggungjawab secara moral dengan orangtua siswa didik yang telah menitipkan anaknya untuk belajar disekolah kami,tegasnya.

    Masih menurut Tedi, dalam pembangunan pemagaran sekolah pihaknya menyisihkan sisa dari anggaran-anggaran bantuan swadaya masyarakat yang peduli pendidikan sehingga pemagaran sekolah dapat terwujud dengan baik, sehingga dengan pemagaran tersebut terwujud pula lahan parkir kurang lebih seribu meter walaupun belum selesai karena terbentur oleh anggaran yang tidak memadai. Untuk itu kami mengharapkan kucuran bantuan dari pemerintah agar betul-betul memperhatikan SMAN 1 Cikancung, baik itu untuk sarana lahan parkir dan sarana olahraga yang bertujuan membangun karakter anak bangsa sesuai dengan bakat dan keahliannya,, terutama dalam bidang olahraga Bola Volly sehingga SMAN 1 Cikancung ini dapat bersaing dengan sekolah-sekolah yang lebih dulu maju dan dapat sejajar serta berprestasi baik itu lokal maupun Nasional,ucapnya.

  Perlu diketahui juga bahwa SMAN 1 Cikancung memiliki prestasi bagus dalam seni budaya, terutama dalam pagelaran Seni Lengser dan Seni Degung  salah satu budaya Sunda yang perlu dilestarikan serta paduan suara yang bisa berkompetitip di provinsi Jawa Barat. Ini bisa dibuktikan dalam event-event tertentu yang cukup membanggakan,pungkasnya.   (Jefri/Arbim)