/* slider snp1 */

Kamis, 27 Juli 2017

Dinas Kesehatan Tubaba Sosialisasi Program Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa

Mustafa Kunjungi Tim Relawan di Tubaba, Sekaligus Membekali Tim Relawannya

Tulang Bawang Barat, swaranasionalpos.com - Bupati Lampung Tengah Dr. Ir Mustafa yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Lampung yang juga mencalonkan dirinya sebagai Calon Gubernur Lampung periode 2018-2023, mengadakan jamu relawan yang ada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan tajuk pembekalan relawan Mustafa yang di selenggarakan di Lapangan Pulung Kencana. Selasa,(25/072017).
 
Jamuan yang dihadiri langsung calon gubernur Dr. Ir Mustafa, Ketua Tim Partai Nasdem Marwasi S.E, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Joko Kuntoro, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tulang Bawang Tengah Lison dan Fungsioner DPW Provinsi Lampung.

Sejumlah  para relawan yang dikortis se-Kecamatan Tulang Bawang Tengah mencapai 2000 relawan (melebihi target hadir) mengucap ikrar sumpah relawan Mustafa dan juga  antusias menyambut calon gubernur yang bersilaturahmi  menyambang langsung relawan yang hadir, juga para relawan siap memenangkan Mustafa sebagai Gubernur Lampung  periode 2018-2023.

Dalam pembekalan relawannya, calon Gubernur Lampung juga  Bupati Lampung Tengah (Mustafa) yang di juluki Bupati Ronda satu-satunya di Indonesia  berjanji akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Desa serta akan membangun keras Kecamatan Tulang Bawang Tengah juga menghimbau kepada pihak berwenang dan penegak hukum apabila ada kejahatan curanmor (begal) harus di tindak tegas sesuai undang undang yang berlaku.

"Aapabila saya menjadi Gubernur saya akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Desa-desa juga akan membangun keras Kecamatan ini menjadi lebih baik," ungkap Mustafa.

"Saya juga menegaskan kepada pihak Kepolisian, Dandim dan Aparat lainnya apabila ada kejahatan curanmor (begal) harus di tindak tegas bila perlu ditembak mati,"  tegasnya.

Kegiatan pembekalan yang di laksanakan Mustafa ini akan menjadi satu bekal relawan untuk menghadapi pelaksanaaan pencoblosan pemilihan Gubernur Lampung periode 2018-2023 mendatang di 174 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. (JEF/DEDi)

Curi Barang Milik PT. Kurnia Cipta Mandiri Abadi, Dua Pelaku Keok di Tangan Satreskrim Polres Pasuruan

Pasuruan, Swara Nasional Pos
Dua pelaku pencurian dan pemberatan (CURAT) berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Kab. Pasuruan. Dua pelaku adalah Ansuripto (41) warga asal Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, dan Ainul (21) warga Desa Puntir, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Keduanya berhasil di tangkap oleh Satreskrim Polres Pasuruan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K,. Senin (24/7/2017) dinihari di rumahnya masing-masing.

Mereka berhasil mencuri barang bangunan Scafolding milik PT. Kurnia Cipta Mandiri Abadi (KCMA) di Areal Pembangunan Ruko PT. Meico Abadi Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Dari tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti yakni dua paralon, satu gulung selang, satu seng galfalum, 20 kardus keramik besar, tujuh keramik kecil, satu bak mandi, satu meja besi, satu andang besi.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K. menjelaskan, dua pelaku diamankan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban. Kasus ini mencuat setelah korban merasa ada beberapa barang materialnnya yang digunakan untuk membangun ruko hilang. 

“Kami melakukan penyelidikan, dan kami mencurigai dua orang ini, dan ternyata memang benar mereka yang mencurinya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, "dalam pemeriksaan pihaknya mendapatkan keterangan bahwa tersangka ini mencuri barang-barang itu. Modusnya, mereka melakukannya pada malam hari. Mereka mengendap-endap masuk ke dalam lokasi kejadian. Setelah itu, mereka mengambil satu per satu barang-barang materialnya tersebut dan mereka mengangkutnya ke rumah tersangka S dengan menggunakan sepeda motor dan pelaku saat ini masih dalam pengejeran."

Aksi pencurian ini, kata dia, lanjutnya ada tiga tersangka. Dua orang sudah diamankan, dan menyisahkan satu orang yang masih dalam pengejaran. Ia menyebut, barang pencurian ini dijual kembali ke toko bangunan. Namun, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Kata dia, pihaknya masih mendalami dugaan aksi para tersangka ini di lokasi lain.

“Kami masih kembangkan kasus ini, termasuk mencari toko bangunan yang membeli barang curian ini. Kurang lebih, barang curian yang diambil para tersangka ini bernilai Rp. 500 juta,” tandasnya.

Terpisah, Ansuripto mengaku bahwa uang hasil penjualan barang curian ini dibagi bertiga. Ia mengaku hanya mendapatkan sebagian dari uang penjualan ini. 

“Saya gunakan untuk makan mas. Saya kerja kuli bangunan, dan hasilnya tidak menentu. Saya sebenarnya hanya diajak S saja, saya hanya disuruh mengambil dan menjualnya,” akunya. *JEF/IL/RISKI

Kapolres Minta Masyarakat Izinkan Mobil Batu Bara Lewat Hanya Untuk Malam Ini Saja

Pengurus DPC AGPAII Kab. Tubaba Resmi di Kukuhkan

Penataan Penertiban Wilayah Ciparay, Pol PP Kab. Bandung Gelar Sidak

Kab. Bandung, Swara Nasional PosMengantisipasi PKL (Pedagang Kaki Lima) Pasar Subuh yang berlokasi di Jalan Raya Laswi Ciparay, yang sudah di tertibkan sejak seminggu terakhir, agar tidak berjualan kembali di bahu jalan/trotoar, Satpol PP unit Ciparay bersama Satpol PP Kabupaten Bandung terus melakukan Sidak setiap hari di dampingi dan melibatkan Polsek dan Koramil setempat. 

Momon Kasie Ops. Pol PP Kabupaten Bandung di dampingi Kasatpol PP unit Ciparay, Aep Saepudin menjelaskan, "kegiatan yang dilakukan ini berdasarkan permintaan dari masyarakat dan para tokoh urang Ciparay yang menginginkan Kota Ciparay bersih, tertib dan bebas macet, tentunya kami sebagai pelayan masyarakat yang bertugas sesuai fungsinya, siap dalam menjalankan tugas ini demi terciptanya ketertiban umum," jelasnya.

Lanjut Momon, "Allhamdulillah berkat pendekatan kami, serta arahan yang tertata dengan baik, para PKL dapat menyadari akan ketertiban lingkungan dan tidak berjualan kembali di bahu jalan dan trotoar. Namun demikian kami tetap selalu mengantisipasi tiap harinya dengan melakukan sidak," tegasnya. 

Di tempat terpisah, Bupati Bandung H. Dadang Naser SH, melalui telepon seluler saat diminta tanggapan terkait penertiban dan penataan kota Ciparay, mengatakan, "penertiban dan penataan bukan berarti Pemkab melarang PKL berjualan. Pihaknya memahami para PKL menggantungkan pemenuhan kebutuhan hidup dari berjualan," ungkapnya.

Lanjut Dadang,  "pihaknya juga masih menemukan PKL berdagang di trotoar dan bahu jalan, padahal itu sudah melanggar peraturan, kendati demikian Bupati mengajak kepada PKL agar empati terhadap kepentingan pejalan kaki dan pengguna jalan umum. Hal sederhana mewujudkan sikap empati yakni tidak berdagang di lokasi yang terlalu menjorok ke badan jalan, dan dilarang untuk berjualan. " tegas Bupati.

Masih menurut Dadang,  "titik lokasi berdagang cenderung menempel dengan pasar tradisional, setidaknya hal itu dapat terlihat di  Pasar Ciparay, Dayeuhkolot, Banjaran dan pasar tradisional lainnya yang berada di Kab. Bandung."


Dadang pun mengintrusikan, "pada setiap Camat beserta unsur  Musyawarah Pimpinan Kecamatan turut mengkaji cara terbaik penertiban dan penataan solusi dari hasil pengkajian harus tegas di jalankan para Camat, sesuai dengan aturan Perda No. 31 tentang K3 tahun 2015, agar di wilayah Kabupaten Bandung tidak terlihat lagi adanya kemacetan," pungkas Dadang.  (Jef/Arbim)

Kabag Adwil Tubaba Berharap Kepada Dinas BPMPK Tuntaskan Dugaan Penyimpangan Penggunaan Dana Desa TA.2016 di Desa Totokaton