/* slider snp1 */

Sabtu, 24 Juni 2017

Dandim 0609/Kab. Bandung Adakan Silaturahmi dan Berikan Tali Asih Kepada Ulama Kharismatik

Cimahi, Swara Nasional Pos - Dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.,Komandan Kodim 0609/Kab. Bandung Letkol. Arh. Andre Wira Kurniawan, S.AP. M.Si melaksanakan silaturahmi dan menyerahkan Tali Asih  kepada Ulama ulama Kharismatik yang berada di Wilayah Kodim 0609/Kab Bandung dilaksanakan hari Jumat(23/6).

Pelaksanaan Giat Silaturahmi dan penyerahan tali asih untuk para ulama kharismatik dilaksanakan di Makodim 060/Kab. Bandung. Ulama Kharismatik yang hadir diantaranya :
K.H. Asep Burhanudin, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, Kec. Cihampelas KBB, K.H. Ade.Tamim, Pimpinan Ponpes Al Muawanah. Kec.Majalaya, Drs. K.H.Q Ahmad Syahid. M.Sc, P.Hd Pimpinan Ponpes Al Falah1 Cicalengka.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan mempererat hubungan antara TNI dan Ulama, karena TNI dan Ulama tidak dapat dipisahkan.

Karena dari mulai zaman perjuangan hingga mencapai kemerdekaan para Ulama telah membantu juga meraih kemerdekaan. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Danramil Cihampelas, Danramil Majalaya, dan Danramil Cicalengka. (Jefri/Purwadhi/Dandim 0609 Kab.Bandung)

Pangdam III/Siliwangi Berangkatkan Armada Mudik Gratis

Bandung, Swara Nasional Pos -  Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata hanya tinggal menunggu hari saja dan sebentar lagi jalanan bakal dipadati oleh kendaraan para pemudik untuk menemui dan bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halamannya masing-masing.

Mengingat tuntutan tugas yang sangat tinggi dan harga tiket mahal membuat anggota TNI, PNS dan keluarganya tidak jadi mudik. Dalam menghadapi situasi tersebut, Kodam III/Siliwangi jauh-jauh hari sudah menyiapkan strategi guna menjaga kelancaran arus lalu lintas yang digunakan mudik, salah satunya dengan menyelenggarakan mudik gratis.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra hari ini melepas untuk keberangkatan Armada Bus mudik gratis Lebaran Tahun 2017 yang diberangkatkan di depan Masjid Al- Ikhlas Kodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Jumat (23/6).

Pangdam mengatakan, "mudik merupakan salah satu tradisi atau budaya masyarakat kita yang umumnya bekerja di luar dan ingin kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri sekaligus bersilaturahmi untuk melepas rindu dengan sanak saudara di kampung," ucap Pangdam.

"Mudik gratis ini diikuti oleh Prajurit TNI, PNS, Keluarga Besar Kodam III/Siliwangi dan masyarakat sekitarnya dengan tujuan untuk meringankan beban dan mempermudah anggota untuk mendapatkan tiket kendaraan," jelasnya.

"Yang paling penting lagi dengan diadakannya mudik gratis ini dapat membantu meringankan beban Prajurit TNI, PNS dan keluarganya juga untuk memperkecil jumlah kendaraan yang melintasi jalur yang digunakan untuk mudik," tambahnya.

Pangdam juga berpesan agar pengemudi berhati-hati dan lebih mengutamakan keselamatan dan keamanan selama di perjalanan, jangan lupa berdoa agar aman dan selamat dalam perjalanan.

Mudik gratis Kodam III/Siliwangi memberangkatkan 5 Unit Bus yang bekerjasama dengan PT. Sido Muncul yang akan melalui 3 route perjalanan dari Bandung melalui Cirebon, Semarang, Lamongan dan Surabaya, yang ke dua dari Bandung melalui Semarang, Salatiga, Solo dan Surabaya sedangkan yang ketiga melalui jalur Bandung lewat Purwokerto, Jogja, Solo dan Surabaya.

Dengan adanya mudik gratis ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memperkecil penggunaan kenderaan pribadi maupun sepeda motor.

(Jefri/Purwadhi/Pendam III Siliwangi).

Masjid Agung Ciparay Rawan Pencurian Motor

Tempat parkir motor Masjid Agung Ciparay
Kab. Bandung, Swara Nasional Pos - Masjid Agung Ciparay saat ini menjadi sasaran empuk pencurian kendaraan roda dua/motor. Maka hati-hatilah bagi para pemakai motor Yang parkir di halaman Masjid Agung Ciparay, harus memakai kunci ganda," ujar Budi , warga Ciparay. 

Masih menurut Budi, "tingkat kerawanan pencurian motor makin tinggi saat menjelang Bulan Suci Ramadhan.  Sampai saat ini, sudah tercatat tiga kendaraan bermotor yang raib ditempat parkir halaman Masjid Agung Ciparay," ujarnya.

Sementara itu, Ujang Sekjen LSM Gempar Provinsi Jawa Barat mengatakan, "sarana tempat parkir di Masjid Agung Ciparay perlu adanya pembenahan, dimana sistem buka tutup secara elektronik harus segera diterapkan, guna meminimalisir tingkat kerawanan pencurian kendaraan roda dua maupun roda empat," tegas Ujang.

Selain itu, petugas parkir harus jelas legilitasnya, jangan seperti sekarang ini yang semrawut, dimana petugas parkir Masjid Agung Ciparay tidak bisa disamakan dengan petugas parkir dijalan-jalan atau pertokoan. 

"Lebih elok bilamana petugas parkir Ciparay dikasih pakaian yang rapih dan bersih, serta memakai peci, untuk lebih mengenal lagi petugas parkir harus diberi kartu identitas yang jelas, agar tidak keliatan liar seperti sekarang ini," tegasnya. 

Ditempat terpisah, Nana juga membenarkan kerawanan tempat Ibadah Masjid Agung Ciparay, dimana keponakannya tidak lama ini kehilangan tas beserta isinya, ketika sedang menjalankan ibadah sholat.

"Bilamana pembenahan tidak segera dilakukan, maka akan mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah, selain itu kesakralan Masjid Agung Ciparay akan tercoreng di mata umum," pungkasya.  (Jef/Arbim)

Kamis, 22 Juni 2017

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Wiranto melepas peserta mudik gratis dari Semarang.

Jasa Raharja Berangkat kan 750 Pemudik Asal Jateng ke 12 Kota


Jasa Raharja Lepas 750 Pemudik Asal Jateng ke 12 Kota Tujuan
Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Wiranto melepas peserta mudik gratis dari Semarang. 

SEMARANG - Dengan tujuan menekan risiko bagi pemudik yang semula berniat menggunakan kendaraan roda dua, Jasa Raharja Cabang Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar “Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja”, Kamis (22/6). Hadirnya program mudik gratis ini diharap bisa mengalihkan pemudik bersepeda motor, menjadi pemudik dengan menggunakan bus.

Bertempat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Jateng, 15 bus berisi 750 pemudik dilepas oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, dan Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Wiranto. Ratusan pemudik ini akan kembali ke kampung halaman mereka di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Tahun 2017 ini, kesepuluh kalinya Jasa Raharja menyelenggarakan mudik gratis. Dan, khusus wilayah Jasa Raharja Cabang Jawa Tengah, kegiatan ini merupakan yang ke empat kalinya diselenggarakan di Kota Semarang,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Jateng, Harwan Muldidarmawan.

“Kegiatan ini ditujukan untuk mengurangi tingkat risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, mengingat hingga saat ini kecelakaan lalu lintas didominasi oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua,” lanjut Harwan.

Rabu, 21 Juni 2017

Wakil Bupati Lamtim Angkat Bicara Terkait Dugaan Pungli Dinas Kesehatan

Lampung Timur, Swara Nasional Pos - Terkait pemberitaan dugaan pungutan liar di Dinas Kesehatan Lampung Timur, hingga berita ini dilansir, wartawan belum berhasil menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur, dr. Evi Darwanti MARS. Sejak kasus ini mencuat, yang bersangkutan tidak ada di kantor dan nomor handphonenya pun dalam keadaan tidak aktif.

Pantauan wartawan di kantor Dinas Kesehatan Lampung Timur, suasana tetap berjalan normal seperti biasa. Namun sekira pukul 16.30 WIB, tampak sejumlah polisi mendatangi kantor satker tersebut.

Belum diketahui apakah dari Polres Lampung Timur atau dari Polda Lampung.

Beberapa Polisi masuk ke dalam kantor, sementara sebagian berjaga-jaga di luar. Penggeledahan masih berlangsung, sehingga wartawan belum bisa mendapat keterangan.

Saat di konfirmasi, Wakil Bupati Lampung Timur Zaeful Bukhari meminta agar kasus oknum Dinas Kesehatan Lampung Timur yang tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Polda Lampung diusut tuntas.

Wakil Bupati mengaku sangat prihatin atas kejadian yang melibatkan oknum Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur tersebut.

“Hal ini merupakan tamparan keras bagi Pemkab Lampung Timur, karena sekarang kami sedang gencar-gencarnya membasmi pungli di jajaran Pemerintahan Kabupaten,” ujar Zaeful Bukhari di ruang kerjanya pada Rabu, 13/07/2017.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Lampung Timur meminta kepada jajaran Tim Saber Pungli Polda Lampung untuk mengusut tuntas kasus tersebut karena sangat mencoreng nama baik Kabupaten Lampung Timur.
“Tentu atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saya meminta kepada Tim Saber Pungli Polda Lampung agar dapat membuka kasus ini secara gamblang agar kita semua bisa tahu siapa yang bermain di baliknya,” tambahnya.
Zaeful Bukhari juga berharap kasus ini bisa menjadi perhatian khususnya bagi Tim Saber Pungli  Kabupaten Lampung Timur agar dapat bekerja sesuai dengan tupoksinya serta tak pandang bulu.
“Kepada teman-teman media juga harus bisa mengawal kasus OTT Dinas Kesehatan Lampung Timur agar publik atau masyarakat Lampung Timur khususnya dapat infomrasi lebih jelas,” tegasnya.

Sebelumnya, berita yang sempat menghebohkan tersebut, dibenarkan oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol. Sudjarno. Dirinya membenarkan jika anggotanya telah sempat  mengamankan seseorang yang mencoba melakukan pungli. Namun, saat akan dikembalikan, orang tersebut berhasil melarikan diri.
“Iya kami sempat mengamankan pelakunya, tapi saat akan dikembalikan untuk menangkapnya (Kepala Dinas Kesehatan), oknum itu berhasil kabur,” kata Sudjarno, Selasa (13/6/2017) malam.
Meski oknum itu, berhasil kabur melarikan diri, kata Sudjarno, anggotanya berhasil mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp48 juta, sehingga uang tersebut akan dikembalikan.
“Saya lupa terkait apanya, yang pasti ada upaya pungli dan kami mengamankan oknum yang bekerjasama sebagai Staf di Dinas Kesehatan Lamtim itu,”jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Rudi enggan berkementar terkait saber pungli yang menangkap oknum Dinas Kesehatan Lamtim, "nanti saja ya," ujarnya singkat.
*Jef/Fauzi

Selasa, 20 Juni 2017

Polres Lamtim Gelar Apel Pengamanan Menjelang Hari Raya

Senin, 19 Juni 2017

Maraknya Parkir Liar di Ciparay

Parkir motor di bahu jalan Pasar Ciparay
Kab. Bandung, Swara Nasional Pos - Baru-baru ini Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Ciparay, pertanyakan parkir motor di bahu jalan depan pasar, yang mengganggu ketertiban para pengguna  jalan sekaligus mengundang kemacetan. 

Menurut wardi salah satu pedagang pasar ciparay, "kalau di bilang tidak adil ya mungkin itu terjadi, dimana kehidupan PKL di usik dengan dalih peraturan penegakan PERDA, tidak boleh berjualan di bahu jalan, namun di sisi lain penempatan parkir motor di bahu jalan di biarkan sehingga mengundang kemacetan, dan Pemerintah Kabupaten Bandung seolah tidak mengeluarkan Perda larangan. Kalau begitu kami merasa tidak diperlakukan tidak adil," tegasnya.

"Coba lihat parkir motor di bahu jalan depan Pasar Ciparay sampai menjolok setengah Jalan Raya. Tapi itu oleh Pemkab Bandung tidak di gubris, seakan membiarkan dan melindungi. Mana tugas dan fungsi Satpol PP yang katanya sebagai penegak Perda," tambahnya. 

"Sementara itu, petugas parkir motor di alun-alun Ciparay di pertanyakan legilitas hukumnya, apakah mereka itu petugas parkir liar atau petugas yang di beri kewenangan tugas oleh Dishub," ucap Jejen salah satu warga Ciparay yang merasa risih dengan petugas parkir alun-alun Ciparay yang menjamur.

Masih menurut Jejen, "bilamana mereka itu parkir liar, kemana petugas Saber Pungli, kenapa mereka tidak di tindak tegas dan di pertanyakan legilitasnya. Hal ini tentunya guna memberantas premanisme," jelasnya.

Di lain pihak, Rita Koordinator Dishub Kabupaten Bandung yang bertugas mengambil retrubusi parkir wilayah Ciparay mengatakan, "benar di wilayah Ciparay ada petugas parkir liar yang tidak setor Retribusi dan tidak mempunyai karcis parkir yang diberikan Dishub, dan ada juga petugas parkir yang di kelola kami serta diberi surat tugas dengan legilitas yang jelas," ucap Rita.

Untuk itu kami memohon kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas    mereka yang telah melakukan pungli parkir, karena mereka telah mengganggu Pendapatan Aset Daerah atau PAD  mengatasnamakan petugas parkir dibawah Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung," tandasnya. (Jef/Arbim)