/* slider snp1 */

Jumat, 17 Februari 2017

Sosialisasi/Penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap

Bandung, SNP - Danramil 1806/Bk-Bacip Kapten Arh. Hadi Susyanto menghadiri Giat Rapat Sosialisasi/Penyuluhan dalam rangka kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap tahun anggaran 2017 (pengganti pronaas/proda) se-Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung Mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. (16/2).

Dengan harapan kedepan di Kota Bandung tanah sudah terdaftar yang khusunya di Kec. Babakan Ciparay sebagi kota percontohan yang  mempunyai sertifikat tanah masyarakat sehingga tidak ada permasalahan batas tanah yang sering terjadi perbuatan yang melanggar ketentuan/hukum.


"Dengan sosialisasi ini sebagai pesan bahwa penyertifikatan ini bebas biaya atau di gratiskan, sehingga masyarakat mengerti dan secepatnya membuat sertifikatnya (kepastian legal hukumnya) dan juga membantu program pemerintah untuk meminimalisir masyarakat yang kurang mampu. Bapak Sekda juga meyakinkan masyarakat peserta pendaftaran tanah prosesnya tidak lama hanya seminggu sudah bisa diambil," ucap Sekda Kota Bandung.

 

Hadir dalam kegiatan ini, Sekda Kota Bandung, Bapak Drs. H. Yosi Iryanto M.Si, Camat Babakan Ciparay, Drs, Momon Ahmad Imron, Kapolsek Babakan Ciparay, Kepala Pertanahan Kota Bandung, Para Lurah, Babinsa, Babinkantibmas, RW, RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, LPM, Karang Taruna, Popnas yang menjadi mediator masyarakat, dan peserta pendaftaran tanah di wilayah Kec. Babakan Ciparay. (Jefri/Pur/Batuud 06)

Selasa, 14 Februari 2017

Kapten Hadi: LPM Adalah Lembaga, Organisasi Atau Wadah Yang Di Bentuk Atas Prakarsa Masyarakat Sebagai Mitra Pemerintah Kelurahan Dalam Menampung Dan Mewujudkan Aspirasi Dan Kebutuhan Masyarakat Di Bidang Pembangunan

Bandung, SNP - Keberadaan Koramil di suatu wilayah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu wilayah, Koramil lewat Danramil dan Babinsa merupakan mata dan telinga TNI AD untuk melihat dan mendengar segala kondisi yang ada ditengah Masyarakat. Sinergitas antara Koramil, Polsek, Kecamatan dan Kelurahan serta komponen yang ada didalamnya haruslah terus terbina dalam menciptakan Suatu wilayah yang kondusif.

Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Warung Muncang Kecamatan Bandung Kulon diselenggarakan pelantikan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), merupakan suatu momen penting menjaga Sinergitas Muspika nntuk menjaga hubungan emosional sehingga terjalin keharmonisan dalam melaksanakan bina wilayah sehingga tercapainya tujuaan pembangunan.


Berkaitan dengan hal tersebut Danramil 1806/Bk-Bacip Kapten Arh. Hadi Susyanto mengikuti Acara Pelantikan LPM.

Danramil menyampaikan, "keberadaan LPM di Masyarakat sangatlah dibutuhkan, sebagaimana Konsep Lembaga Pemberdayaan Masyaraka berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Lembaga Kemasyarakatan dan Lembaga Adat menyebutkan bahwa “Pengertian Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat (LPM) adalah lembaga, organisasi atau wadah yang di bentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra Pemerintah Kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan," ucap Kapten Hadi.

Hadir Camat Bandung kulon Drs. Dadan Haeri, M.Si, Kapolsek Bandung kulon, Lurah Kelurahan Warung Muncang Dede Junaedi, S.H,  Babinsa, Babinkantibmas, Tokoh masyarkat, Tokoh Agama, Tokoh pemuda, Karang Taruna, PKK, dan warga masyarakat. Kegiatan Berlangsung aman dan tertib. (Jefri/Gunawan Tim Kreatif)

Babinsa Adakan Kegiatan "Bebersih" Anak Sungai

Bandung, SNP - Babinsa atau Bintara Pembina Desa, Babinsa sering disebut mata dan telinganya Angkatan Darat, karena Babinsa adalah ujung tombak yang mengetahui segala yang terjadi di wilayah binaannya.

Apapun peristiwa yang terjadi di Desa binaannya Babinsa harus mengetahuinya, Babinsa juga harus peka mendengar permasalahan di wilayahnya dan mampu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Seperti halnya Babinsa Kelurahan Ciseureuh Kecamatan Regol Koramil 1804/Regol - Lengkong Serma Sunaryo yang langsung meninjau anak sungai Ciregol yang sudah dipenuhi rerumputan, sampah dan sedimentasi setelah mendapat laporan dari warga, Babinsa berkoordinasi dengan Lurah, dan pada akhirnya Jum'at (10/2) bersama warga mengadakan kerja bakti untuk membersihkan anak sungai Ciregol.


Serma Sunaryo saat mengambil apel menyampaikan,"sekarang ini Kota Bandung mulai intensif di guyur hujan, untuk mengatasi kemungkinan bahaya banjir disamping mencegah jentik nyamuk Kita hari ini akan bersama-sama membersihkan rerumputan yang sudah lebat, sampah, pasir dan batu yang mengendap supaya aliran air ini lancar mengalir. Mari kita bekerja bersama-sama dengan ikhlas, Insyah Allah ini akan menjadi kebaikan bagi bapak dan Ibu," ucap Babinsa.

Babinsa juga menyampaikan agar warga Kelurahan Ciseureuh khususnya Rt 01 dan 02 Rw 08 agar selalu menjaga kebersihan dilingkungannya masing-masing dan jangan membuang sampah sembarangan.


Kegiatan "bebersih" anak sungai ini dipimpin  Babinsa Serma Sunaryo dan Ibu Lurah Hj. Wahyuni dan di ikut Staf Kelurahan Ciseureuh, Ketua Rw, Ketua Rt, Tim Gober, Linmas dan Masyarakat. Kegiatan berjalan dengan tertib dan aman. (Jefri/Gunawan Tim Kreatif)

Pembinaan Kesemaptaan Anak Yatim Piatu Oleh Kodam III/Siliwangi Untuk Menjadi Prajurit TNI AD

Bandung, SNP - Kodam III/Siliwangi memberikan kesempatan kepada Anak Yatim Piatu yang berpotensi dan berkeinginan mengikuti seleksi menjadi Prajurit TNI AD, berkaitan dengan hal tersebut Kodim 0618/BS yang merupakan satuan yang langsung dibawah Kodam III/Siliwangi  menindaklanjuti dengan mendata, membantu dan mengecek kemampuan, mulai selasa (14/2).

Sebanyak 9 orang Anak yatim Piatu dari Kota Bandung melaksanakan pengecekan kemampuan Jasmani yang bertempat di Stadion Siliwangi, selanjutnya akan diberikan pembinaan Kesemaptaan Jasmani oleh Jasdam III/Siliwangi.


Pembinaan kesemaptaan jasmani meliputi postur tubuh, lari 3200 m, Pull ups, Sit ups, Push ups, Stutle run dan kemampuan berenang. Pembinaan ini akan dilaksanakan 3 kali dalam seminggu.

Pasiter Kodim 0618/BS Kapten Inf. Alex Gaol menyampaikan "Kodim 0618/BS yang merupakan satuan kewilayahan mencari, mendata dan membantu dalam pembinaan para anak yatim piatu di Kota Bandung yang mempunyai potensi dan minat untuk menjadi prajuri TNI AD, tujuan dari pembinaan ini diharapakan pada saat test nanti para peserta sudah siap fisiknya," ucap Pasiter.


Selain kegiatan kesemaptaan jasmani akan di laksanakan kemudian cek up kesehatan dan konsul psikologi. Kegiatan anak yatim piatu yang berpotensi dan berminat mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI AD ini selalu di dampingi Stapterdim 0618/BS dan para Babinsa. (Jefri/Gunawan Tim Kreatif)

6 Villa Dan Waterboom Akan Melengkapi Destinasi Wisata Alam Pasir Kirisik Guranteng



Kab. Tasikmalaya, SNP - Owner Wisata Alam Pasir Kirisik H. Holis berencana akan segera membangun 6 villa dan waterboom, fasilitas tersebut bisa menambah destinasi wisata baru untuk menarik para pengunjung.

Di area seluas 7 hektar tersebut nantinya villa tersebut bisa di sewakan untuk menginap, sedangkan waterboom bisa menghadirkan wahana atraksi air yang lengkap sehingga kehadirannya akan melengkapi sebagai destinasi wisata baru.

“Kalau sudah mulai ada pembangunan fasilitas baru, untuk sementara akan di tutup dahulu karena di khawatirkan bisa menganggu. Nanti setelah selesai pembangunan tersebut pasti akan segera di buka kembali dengan wajah baru,” tuturnya, Sabtu (11/2).

Kata Holis, saat ini di lokasi tersebut hanya terdapat fasilitas 1 villa dan 1 kolam renang dan gazebo serta sejumlah tanaman berbagai jenis buah-buahan diantaranya adalah mangga erwin, durian dan manggis.

Tadinya tempat tersebut hanya digunakan sebatas keluarganya, akan tetapi karena banyak permintaan dari masyarakat, akhirnya 29 Desember 2016 di buka saja untuk umum ternyata animo masyarakat sangat antusias.

Terbukti saat sabtu dan minggu pengunjung yang datang itu bisa mencapai 700 orang, tentunya itu sangat luar biasa bahkan sangat surprise sekali, padahal fasilitas yang ada hanya ada 1 kolam renang dan 1 villa saja.

Pengunjung yang datang itu bukan hanya dari Tasikmalaya saja, tetapi juga dari Bandung, Garut, Cirebon, Ciamis, Majalengka dan Kuningan. Selain mereka berenang juga banyak yang berpoto selfie.

Apalagi sekarang ada fasilitas box telepon warna merah persis di London Inggris yang sudah melegenda, kehadirannya itu menambah daya tarik karena ada keunikannya. Selain itu juga  ada taman dengan lambang bunga cinta raksasa. 

“Kami saat ini menarik tiket masuk itu sebesar Rp. 5.000 (lima ribu rupiah), kemudian kalau ada pengunjung yang ingin berenang ditarik juga sebesar Rp. 5.000 (lima ribu rupiah). Adapun mulai bukanya itu pukul 08.00 WIB dan tutup pada jam 16.00 WIB,” lanjutnya..

Menurut Holis, hadirnya wisata alam tersebut ada dampak positif bisa menyerap tenaga kerja warga sekitarnya, pasalnya sebanyak 20 karyawannya yang di rekrut itu merupakan asli penduduk setempat.

Selain itu juga bentuk kepeduliannya, bisa memperbaiki akses jalan yang rusak serta bisa memberikan kontribusi pada 2 Desa yakni Desa Guranteng dan Desa Puteran.

“Kalau untuk mengisi air kolam itu sumbernya dari gunung Ciguha yang berjarak sekitar 3 km dari sini, jadi air kolam tersebut benar-benar asli dari gunung sehingga bisa menambah wahana alam yang luar biasa,” ujarnya.

Pasir Kirisik tempatnya sangat eksotis pasalnya lokasinya pun berada di atas puncak dengan hawa dingin, persis dengan kondisi Puncak Bogor sehingga pengunjung pun bisa melihat panorama keindahan alam.

Adapun lokasi tersebut berada di antara 2 Desa yakni Desa Guranteng dan Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. Pengunjung bisa datang melalui akses jalan Pamoyanan ataupun dari Ponpes Suryalaya.

Sehingga bila ingin menuju lokasi tersebut masuknya dari pertigaan Cipicung kemudian masuk ke lintas jalan raya Tasikmalaya-Majalengka arah utara, setelah itu masuk ke areal jalan tanjakan.

Pengunjung akan di suguhi jalan berkelok-kelok kemudian akan menemukan jalan pertigaan, selanjutnya langsung belok kanan nanti juga di sana ada spanduk tulisan selamat datang di wisata alam pasir kirisik. (Jefri/Ariska/D.Saepudin)

Minggu, 12 Februari 2017

Bantuan Provinsi SMP Swasta Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi


SMP Bina Bangsa

Subang, SNP.
              Beberapa sekolah SMP Swasta yang ada di Kabupaten Subang mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Namun sangat di sayangkan di beberapa sekolah, bantuan tersebut di duga banyak kejanggalan karena tidak sesuai dengan spesifikasi.

              Di karenakan dari beberapa sekolah yang menerima bantuan tidak memenuhi spesifikasi diantaranya harus menyiapakan lahan, jumlah siswa karena di duga setiap sekolah penerima bantuan fiktif dalam pengajuan permohonan.

               Dari hasil investigasi dan keterangan warga setempat, bahwa jumlah tidak lebih dari 80 siswa sementara sekolah tersebut mempunyai  ruang kelas yang tidak digunakan, karena siswanya tidak ada. Seperti halnya SMP Swasta Bina Bangsa yang beralamat di kampung Karikil Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang tidak layak menerima bantuan, di duga bahwa ada manipulasi data dan menurut informasi yang diterima bahwa adanya setoran sebesar 20%(persen) ke coordinator.

               Kepala Sekolah SMP Swasta Bina Bangsa saat di konfirmasi terkesan menghindar dan saat di hubungi melalui telepon selulernya tidak di jawab.

               Yaya Sudarya Ketua Forum Lembaga Advokasi Pendidikan Kab. Subang saat di mintai tanggapannya mengatakan, “setiap sekolah SMP Negeri dan SMP Swasta yang menerima bantuan seharusnya ada verifikasi terlebih dahulu baik oleh Dinas Kabupaten maupun Dinas Provinsi, karena setiap sekolah ada persyaratan yang harus di tempuh seperti menyiapkan lahan dan jumlah siswa”, tegasnya.

               “Serta pengawasan pelaksanaan pembangunan harus benar–benar,  karena ini bantuan Pemerintah yang harus di manfaatkan dengan sebena-benarnya. Seandainya ada sekolah yang di luar aturan tersebut sudah jelas mengakibatkan kerugian Negara” pungkasnya. (Jefri/Sun/Us)

Setiap Adanya Bantuan, Di Minta Kades Agar Transparan


Subang, SNP.
Bantuan atau pun program yang di kucurkan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten seperti Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan Provinsi (Banprov) dan Bantuan Keuangan Untuk Desa/Kelurahan (BKUDK) tahun anggaran 2016 yang di terima desa–desa yang ada di Kabupaten Subang dalam pekerjaan, khsusnya fisik infrastruktur  seluruhnya sudah selesai.

Tujuan dengan kucuran bantuan atau pun program tersebut untuk pemerataan di dalam pembangunan khususnya di bidang infrastruktur yang ada di desa masing–masing. Karena dengan infrastruktur yang bagus sudah di pastikan akan menigkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Lain halnya yang dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LMPD) Cirangkong di dalam pelaksanaan DD tahap dua yang di alokasikan untuk pengaspalan jalan  di Kampung Bojongjengkol di duga asal–asalan atau tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah di buat sehigga menjadi buah bibir di masyarakat sekitarnya.

Salah seorang  warga yang enggan menyebutkan jati dirinya saat di konfirmasi mengatakan, “melihat pelaksanaan pekerjaan jalan di Kampung Bojongjengkol  kurang benar karena melihat dari jumlah aspal sebanyak 25 drum aspal dengan panjang mencapai 750 meter, jadi kalau kita bagikan dari jumlah aspal yang ada 750 meter di bagi 25 drum aspal hasilnya dalam pekerjaan tersebut mencapai 30 meter persegi. Padahal  menurutnya rumus yang ideal dalam pelaksanaan pekerjaan pengaspalan adalah dari jumlah aspal 25 drum seharusnya untuk 500 meter karena 1(satu) drum aspal paling ideal itu untuk hasilnya sepanjang 20 meter persegi. Jadi melihat dari hasil pekerjaan di Bojongjengkol itu tidak maksimal,”  ungkapnya.
Barjat Samudra, Ketua Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) Laskar Subang saat di konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, “dalam pekerjaan pengaspalan di Bojongjengkol  yang berasal dari Dana Desa (DD) tahap dua tidak benar, karena dalam pelaksanaannya itu dana yang digunakan hanya sekitar 60%(persen)”.

Barjat menambahkan, “bahwa saya meminta kepada Kepala Desa Cirangkong apabila adanya bantuan itu agar transparan dan saya pernah bertanya kepada Ketua LPMD sebagai pelaksana mengenai hal tersebut namun Ketua LPMD  mengembalikan lagi kepada Kepala Desa padahal Kepala Desa itu bukan sebagai pelaksana. Menurut Ketua LPMD saat di tanya bahwa saya hanya di perintah Kepala Desa, jadi saya sekarang malas untuk bicara hanya bisa menerimakan tanggung jawab dunia akhirat dan saya mohon kepada Irda Kabupaten jangan hanya pemeriksaan LPJ saja tapi harus benar–benar  periksa fisik”, ucapnya.

Ketua LMPD Cirangkong melalui Dira bagian pembangunan saat di konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, “bahwa untuk Dana Desa tahap dua sebesar 100 juta rupiah di alokasikan ke Kampung Bojongjengkol  Rw 04 dengan panjang mencapai 750 meter,  yaitu untuk jalan desa mencapai 180 meter dan sisanya sepanjang  570 meter  itu di jalan Kabupaten yang tembus antara Desa Cirangkong ke Desa Bantarsari Kecamatan Cijambe dan kita itu mengunakan aspal sebanyak 25 drum", pungkasnya. (Jefri/Sun/ Us)